Kira-kira sebulan lagi kontes Stop Dreaming Start Action berakhir. Kawan saya terlihat lama tidak optimasi blognya. Terlihat malah sibuk ngulik blog barunya. Saya cek posisi blognya dengan kata kunci ‘stop dreaming start action‘. Ternyata posisinya telah terpuruk jauh di urutan dua ratus lebih. Yang menjadi pertanyaan saya, dia berhenti optimasi karena posisinya terpuruk dalam kontes tersebut, atau dia terpuruk karena tidak pernah optimasi. Ini sama saja menanyakan duluan mana ayam atau telur, telur atau ayam…?
Saya coba selidiki rasa ingin tahu saya. Bukannya sok ingin tau persoalan orang, tapi kadung saya ikutan posting stop dreaming start action untuk ngebantu dia. Seperti seorang tim sukses seorang caleg, tiba-tiba caleknya sendiri ketahuan nggak pernah usaha untuk kampanye. Gimana rasanya tuh. Makanya saya coba cari tau alasan-alasannya. Dalam salah satu postingnya ia mengatakan mundur dari kontes stop dreaming start action ini gara-gara koneksi lemot. Tampaknya koneksi lemot menjadikan semangatnya melorot. Maka melorot pulalah posisi blognya dalam jajaran stop dreaming start action. Tulisan ini untuk dia yang terpuruk di kontes stop dreaming start action. Masih ada waktu untuk bangkit dari keterpurukan. Smangatz…!!!